Sunday, May 8, 2016
Sungguh, cita-cita seorang Mukmin lebih tinggi dari dunia dan seisinya yaitu Surga. "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku". (89: 27-30). al-Faqir ila Rabbih: Muhammad Rafiq al-Ja'far al-Imam al-Jaiz (hidup mulia, kaya raya, mati surga)
Tuesday, April 12, 2016
Islam Menjawab: Dilema antara Menikah atau Membahagikan Orang Tua
Pertanyaan:
Ada seorang muslimah yg sdh brniat ingin segera utk mnikah (walau blm tau syp jodohny) tp di lain sisi, dy pnya tekad yg kuat saat ini yaitu berusaha utk membahagiakn kedua orgtuany sblm dy mnikah. Sementara usiany sdh matang utk brumah tangga. Niat yg manakah seharusny muslimah itu dahulu tunaikn?
(Arina Lestari)
Jawaban:
al-Faqir ila Rabbih
Muhammad Rafiq al-Ja'far al-Imam
14/1/2016
Allahu Ta'ala telah menciptakan makhluknya secara berpasangan, tak terkecuali manusia. Allahu Ta'ala menjadikan laki-laki dan perempuan bepasangan dan satu sama lain saling memiliki kecenderungan. Kecenderungan keduanya tersebut Allah halalkan dalam suatu ikatan suci yang disebut "Nikah".
Allahu Ta'ala, berfirman:
ِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
(Q.S.4 : 1)
Dalam hadits yang mulia, Nabi SAW., juga menegaskan:
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَمْشِي مَعَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan dari Abu Hamzah dari Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah berkata; Ketika aku sedang berjalan bersama 'Abdullah radliallahu 'anhu, dia berkata: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu Beliau bersabda: "Barangsiapa yang sudah mampu (menafkahi keluarga), hendaklah dia kawin (menikah) karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak sanggup (manikah) maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi benteng baginya". (Shahih Bukhari, No.1772)
Rasulullah juga melarang secara eksplisit untuk hidup membujang selamanya.
عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا
dari Ma'mar dari Az Zuhri dri Sa'id bin Al Musayyab dari Sa'd bin Abu Waqash ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melarang Utsman bin Mazh'un untuk membujang selamanya, karena semata-mata hendak melakukan ibadah kepada Allah. Andaikan beliau mengizinkannya, tentulah kami sudah mengebiri diri kami sendiri."
(Shahih Bukhari, No. 2488)
إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفُ الدِّيْنِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي
Jika seorang hamba (Allah SWT) menikah, berarti telah menyempurnakan separuh agama, maka hendaklah bertaqwa kepada Allah SWT pada separuh sisanya.” (HR Baihaqi).
Al Ghozali Rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, "Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan."
Dari beberapa dalil yang telah disuguhkan diatas, tampak jelas bahwa menikah merupakan bagian dari sunnah Nabi SAW., dan merupakan bagian dari separuh penyempurnaan agama.
Berkaitan dengan pertanyaan: "dilema antara nikah atau membahagiakan kedua orang tua".
Berikut penjelasannya:
Menikah atau membahagiakan kedua orang tua, sama-sama hal penting (urgen). Namun, dari dua hal penting diatas kita harus memberikan prioritas pada salah satunya.
Maksud prioritas disini ialah kita memilah dan menilai masalah tersebut, yaitu melihat dari aspek kemanfaatan yang besar dan mudharat yang kecil.
Jika alasannya "membahagiakan" orang tua menyebabkan seorang muslimah menunda untuk menikah, maka perlu diketahui terlebih dahulu bahwa "bahagia" bukan hanya bersifat materil, namun masih banyak lagi upaya yang dapat dilakukan untuk membahagiakan orang tua. Artinya jika seorang muslimah menikah, dirinya masih bisa membahagiakan orang tuanya, meski perhatian seorang anak terbagi, (mudharatnya lebih kecil).
Kemudian jika seorang muslimah menunda untuk menikah, sibuk dengan pekerjaan dan pergaulan dengan teman-temannya, disini dikhawatirkan timbulnya fitnah, terlebih jika seorang muslimah tersebut pacaran dengan lawan jenis. (Mudharatnya lebih besar)
Dari uraian diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa tidak ada dilema antara mau menikah dan keinginan membahagiakan orang tua. Menikahlah, insya Allah orang tua kita pasti bahagia. Do'akan mereka dan sisihkan sebagian rizki kita untuk mereka.
Allahu Ta'ala memberikan jaminan bagi mereka yang menikah dengan kecukupan rizki, karena Allahu Ta'ala Maha Kaya dan Pemilik Jagat ini .
Allahu Ta'ala berfirman :
وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan menjadikannya kaya dari kurniaNya karena Allah itu adalah Maha Luas pemberianNya, lagi Maha Mengetahui".(Q.S. An-Nur : 32)
Dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan :
تفسير ابن كثير
قال علي بن أبي طلحة ، عن ابن عباس : رغبهم الله في التزويج ، وأمر به الأحرار والعبيد ، ووعدهم عليه الغنى ، فقال : ( إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله ) .
Ali bin Abi talhah berkata , dari ibnu Abbas " Allah menjadikan suka kepada mereka dalam menikah dan memerintahkannya kepada orang yang merdeka dan juga budak serta menjanjikan kekayaan kepadanya maka Allah berfirman " jika mereka miskin maka Allah akan menjadikanya kaya dari kurniaNya "
وعن الليث ، عن محمد بن عجلان ، عن سعيد المقبري ، عن أبي هريرة ، رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " ثلاثة حق على الله عونهم : الناكح يريد العفاف ، والمكاتب يريد الأداء ، والغازي في سبيل الله " . رواه الإمام أحمد ، والترمذي ، والنسائي ، وابن ماجه
Dari al-Laits dari Muhammad bin 'Ajlan dari Said al-Maqbury dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda " 3 orang yang haq bagi Allah menolong mereka :
1. orang yang menikah dan mengharapkan penjagaan (dari berbuat maksiat)
2. budak mukatab yang menginginkan melunasi (cicilan utk pembebasannya)
3. orang yang berperang fisabilillah
(H.R. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Madjah).
Seandainya, muslimah tersebut belum menemukan jodohnya, teruslah ikhtiyar memperbaiki kualitas diri dan rutin berdo'a.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (Q.S. An-Nur: 26)
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa".
(Q.S. Al-Furqan : 74)
Wallahu a'alam.
Islam Menjawab: Fb, Line, WA, & Bbm
Ingat Mati (dzikrul maut)
Dzikrul Maut (mengingat kematian)
Salah satu sunah yang sering terlupakan bahkan di abaikan oleh manusia adalah zikrul maut atau mengingat kematian. Dengan alasan sibuk mengejar kemawahan dunia, zikrul maul sering dinomor sekiankan. Dan bagi mereka yang hubbuddunya memilki rasa takut yang berlebihan terhadap kematian. Padahal kematian merupakan sunnatullah yang harus dilakoni dengan peran apik sehingga berakhir dengan husnul khatimah.
Kelalaian mengingat kematian, justru menjadi hati mati dan jauh dari kebaikan serta mendekatkan diri kepada kematian yang tak terduga.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُر
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Rasulullah SAW., juga telah menjelaskan hal yang serupa dengan ayat diatas.
حب الدنيا رأس كل خطئة
Cinta dunia merupakan induk dari setiap kejahatan
Efek negatif lain, bagi pencinta dunia yang lalai akan gemerlap dunia, adalah penyesalan yang tak terhingga saat mereka telah berada dialam barzah, pada saat itu mereka memohon dengan air mata darah untuk dikembalikan ke dunia agar dapat berbuat baik dan tidak melalaikannya walau sedetikpun.
ْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.
Ya Allah jadikan hidup kami untuk-Mu dan kematian kami untuk-Mu.
Akhiri hidup kami dalam jamuan mulia-Mu dan akhirnya kami bisa menatap-Mu kelak.
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Oleh:
al-Faqir ila Rabiih: Muhammad Rafiq al-
Ja'far al-Imam
(hidup mulia, kaya raya, mati syurga)
ُ
Monday, April 11, 2016
Islam Menjawab: Whudu' dalam Keadaan Telanjang
Pertanyaan:
Apakah kita diperbolehkan berwudhu setelah mandi namun masih dalam keadaan telanjang?
Saya ingin yang praktis saja jadi tidak perlu mengeringkan badan, pakai baju kemudian wudhu lagi.
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah
Seseorang yang melakukan wudhu sambil telanjang di kamar mandi dan tidak ada seorang pun bersamanya, hukumnya boleh dan wudhunya sah. Hanya saja, yang lebih afdhal dia tidak melakukan hal itu. Karena melepas pakaian tidak selayaknya dilakukan kecuali dalam keadaan dibutuhkan. Seperti ketika mandi.
Diriwayatkan dari Muawiyah bin Haidah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang auratnya, kapan wajib ditutup dan kapan boleh ditampakkan. Kemudian Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مما مَلَكَتْ يَمينُكَ
“Jaga auratmu, kecuali untuk istrimu atau budakmu.”Orang itu bertanya lagi: Bagaimana jika seorang lelaki bersama lelaki yang lain?
Beliau menjawab:
إن اسْتَطَعْتَ أَنْ لاَ يَرَاهَا أَحَدٌ فَافْعَلْ
“Jika engkau mampu agar auratmu tidak dilihat orang lain, lakukanlah!”
Orang itu bertanya lagi:
Ketika seseorang itu sendirian?
Beliau menjawab:
فَالله أَحقّ أَنْ يستحيا مِنْهُ
“Allah lebih layak seseorang itu malu kepada-Nya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibn Majah, dan dihasankan Al-Albani)
Disadur dari: Fatwa Syabakah islamiyah, no. 3762.
Hal yang sama juga difatwakan Komite Fatwa Arab Saudi. Ketika ditanya masalah wudhu dalam kondisi telanjang atau hanya memakai celana pendek, tim fatwa menjawab:
Wudhunya sah, karena membuka aurat maupun hanya memakai celana pendek, tidaklah menghalangi sahnya wudhu.
(Fatwa Lajnah Daimah, 5:235)
Islam Menjawab: Fb, Line, WA, & Bbm
Islam Menjawab: Apakah Sholat Sunah 2 Rakaat Saat Khatib Naik Mimbar mengurangi ibadah Jum'at atau membuat Jum'at Sia-Sia?
Apakah Sholat Sunah 2 Rakaat Saat Khatib Naik Mimbar mengurangi ibadah Jum'at atau membuat Jum'at Sia-Sia?
Pertanyaan:
Saya mau nanya,saat khatib naik mimbar, lalu kita shalat sunah, apakah itu termasuk mengurangi amal ibadah Jum'at kita?
(Muhammad Yunus)
Jawaban:
al-Faqir ila Rabbih
Muhammad Rafiq al-Ja'far al-Imam
(Admin Islam Menjawab)
31/1/2016
Sholat jum'at merupakan sholat yang difardhukan kepada setiap muslim laki-laki mukallaf.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(Q.S. Jumu'ah: 9)
Sholat Jum'at dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur atau tengah hari, sebagaimana sabda Nabi SAW., berikut:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ الْحَارِثِ سَمِعْتُ إِيَاسَ بْنَ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ ثُمَّ نَنْصَرِفُ وَلَيْسَ لِلْحِيطَانِ فَيْءٌ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ya'la bin Al Harits saya mendengar Iyas bin Salamah bin Al Akwa' bercerita dari ayahnya dia berkata; "Kami shalat Jum'at bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian kami beranjak pergi sedangkan tembok sudah tidak memiliki bayang-bayang lagi (ditengah hari)."
(Sunan Abu Daud, No. 917)
Berkaitan dengan pertanyaan diatas, sholat sunah yang dilakukan saat seseorang baru datang ke Masjid dan khatib telah naik mimbar, tidak mengurangi amal ibadah Jum'at atau membuat Jum'atnya sia-sia, justru seseorang tersebut dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunah 2 rakaat.
Nabi SAW., pernah nenyuruh seseorang untuk melaksanakan sholat sunah 2 raka'at, sementara beliau berada diatas mimbar.
Nabi SAW., bersabda:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ جَابِرًا قَالَ دَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ أَصَلَّيْتَ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْن
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru bahwa dia telah mendengar Jabir berkata, "Pada hari Jum'at seorang laki-laki datang ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah. Beliau lalu bertanya: "Apakah kamu sudah shalat?" Orang itu menjawab, "Belum." Maka beliau pun bersabda: "Bangun dan shalatlah dua rakaat."(Shahih Muslim, No. 879)
Namun, yang perlu diperhatikan ialah jangan sampai kedatangan kita mengganggu orang-orang disekitar kita, atau membuat kegaduhan-kegaduhan kecil.
Nabi SAW., bersabda:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْت
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jum'at 'diamlah', padahal Imam sedang memberikan khutbah maka sungguh kamu sudah berbuat sia-sia (tidak mendapat pahala)."
(Shahih Bukhari, No. 882)
Catatan Penting:
1. Sholat Jum'at merupakan ibadah wajib mingguan bagi laki-laki muslim mukallaf.
2. Sholat Jum'at dikerjakan pada waktu sholat Dzuhur, yang memiliki waktu yang cukup panjang untuk persiapan melaksanakannya. Sebagai muslim yang baik, alangkah lebih sempurna jika kita mempesiapkan diri dengan menejemen waktu yang baik, semua kita memiliki kesibukan, jangan sampai kesibukan kita melalaikan kewajiban kita terhadap perintah Allahu Ta'ala.
Allah Ta'ala menjanjikan ganjaran pahala yang besar bagi mereka yang meluangkan waktu untuk melaksanakan sholat Jum'at.
Nabi SAW., bersabda:
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَبْشًا ثُمَّ دَجَاجَةً ثُمَّ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b dari Az Zuhri dari Abu 'Abdullah Al Aghar dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada hari Jum'at para Malaikat hadir di pintu Masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya. Orang yang paling awal datang ke Masjid seperti orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkurban dengan seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing yang bertanduk, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Dan apabila Imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para Malaikat menutup buku catatan mereka kemudian mendengarkan dzikir (khutbah)."
(Shahih Bukhari, No. 877)
3. Sholat sunah 2 rakaat saat masuk Masjid sangat dianjurkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi Wasallam.
Islam Menjawab: Fb, Line, WA, & Bbm
َ
ِ
Larangan Mencela Makanan
Sunnah Nabi SAW., yang Sering Diabaikan Manusia.
(Larangan Mencela Makanan)
حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ
Telah bercerita kepadaku 'Ali bin Al Ja'di telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Al A'masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Tidaklah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membenci suatu makanan sekalipun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya) ".
(Shahih Bukhari, No. 3299)
Iman dan Ilmu: Fb, Line, WA, & Bbm
Islam Menjawab: Menjaga Pergaulan Agar Tetap Syar'i
Pertanyaan:
Saya ingin bertanya, sebagai generasi muda pergaulan sngat penting,, pergaulan seperti apa yg mesti dilakukan agar kami tidak slah dlam bergaul..
(Muhd. Yunus)
Jawaban:
al-Faqir ila Rabbih
Muhammad Rafiq al-Ja'far al-Imam
(Admin Islam Menjawab)
1/2/2016
Allahu Ta'ala telah menciptakan manusia dalam ragam suku, bahasa, dan bangsa agar manusia saling kenal -mengenal antara satu dengan lainnya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujarat: 13)
Manusia dikenal sebagai makhluk individual dan sosial. Sebagai makhluk individu manusia harus mampu nengurus dirinya sendiri, dan sebagai makhluk sosial ( zon politicon ), manusia dituntut agar menjalin persaudaraan antar sesama.
Dalam Islam ukhwah Islamiyah sesuatu yang sangat dianjurkan, Islam melarang untuk berpecah belah atau terkotak-kotak.
Allahu Ta'ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. (Q.S. al-Imran: 103)
Dalam pergaulan sehari-hari, kita pasti dihadapkan dengan beragam karakter manusia, jika kita tidak mampu beradaptasi dan memfilter (pilah-pilih) pergaulan kita, tidak jarang banyak yang terjerumus dalam kemaksiatan.
Pilihlah saudara atau teman yang selalu memberikan nasehat yang baik kepada kita, yaitu persahabatan yang dilandasi ukhwah Islamiyah. Rasulullah SAW., memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa, sahabat yang selalu ada bersama beliau, sahabat yang selalu terdepan membela beliau, karena persahabatan terjalin dalam bingkai ukhwah Islamiyah. Perhatikanlah persahabatan beliau dengan, Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali, serta lain-lainnya.
Dalam pergaulan sehari-hari, perhatikan hal-hal berikut:
1. Carilah teman atau sahabat yang selalu memotivasi kita dalam kebaikan.
2. Bergaullah dengan etika dan estetika Islami
3. Pilihlah lingkungan Islami
4. Bersahabatlah dalam bingkai ukhwah Islamiyah
وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ
Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah.
(Shahih Bukhari, No. 15)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan dari Husain Al Mu'alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri". (H.R. Bukhari, No. 12)
Islam Menjawab: Fb, Line, WA, & Bbm
🔰 Guru dan Memang Hanya Guru
Terlahir menjadi seorang guru memang ketentuan-Nya terhadap manusia, karena dalam pemaknaan umum, semua kita adalah guru. Guru bagi diri, ke...
-
::: HADITH OF THE DAY ::: 🔰Wanita dinikahi karena empat hal ------------------------------------------------------------------...
-
:: HADITH OF THE DAY :: 🔰Hak muslim atas muslim lainnya -------------------------------------------------------------------- ...